Tip’s & Trik Membuat Studio Rekaman

Membuat studio rekaman tidak harus menggunakan teknologi rekaman yang mahal. Ada tip trik membuat studio rekaman sederhana dengan kualitas rekaman tidak kalah dengan studio rekaman berteknologi canggih.

Kami akan berbagi pengalaman buat Anda yang menginginkan membangun sebuah studio rekaman yang sederhana dengan biaya relatif lebih murah namun menghasilkan kualitas rekaman yang sama dengan studio rekaman dengan teknologi yang canggih saat ini. Hal ini sudah kami uji coba di studio PARIS 51 yang mulai dioperasikan mulai bulan Juni 2003.

Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun studio rekaman antara lain :

1 Unit Komputer dengan spesifikasi :
- Pentium III atau IV atau Sekelasnya
- Memory Minimal 256 MB
- Harddisk 40 GB 7200 RPM
- CDRW (buat nanti kalo mo copy master lagu atau MP3 ke CD)
- Software Digital Multitrack (Cool Edit Pro 2.0, Cakewalk, atau lainnya)

2 (dua) buah sound card full duplex
Sound card ini berfungsi pengganti converter (MOTU,AARK,EW88MT) yang harganya begitu mahal. Kita menggunakan 2 sound card dengan maksud nantinya kita dapat bekerja lebih efisien, karena dengan adanya 2 sound card kita dapat langsung merekam “teak” 2 instrumen dalam waktu bersamaan pada track yang berbeda di software digital multitracks (cool edit pro)

1 Unit Mixer
Mixer yang kami gunakan adalah mixer digital buatan Behringer dengan seri UB1832FX-PRO, dimana mixer behringer ini mempunyai banyak fasilitas yang dapat Anda simak disini . Fasilitas mixer Behringer UB1832FX-PRO adalah Ultra low noise, mic pre-amp, 24-bit digital stereo FX processor with 99 presets including reverb, delay, chorus, compressor, tube distortion, vinylizer and more plus 1 kHz test tone, Breathtaking 3D stereo surround effect for more vitality and enhanced stereo image, Effective, extremely musical 3-band EQ with semi-parametric mid band plus switchable low-cut filter on, 6 new state-of-the-art, studio-grade IMP “Invisible”, dan lain-lain.

Mic Drums
Kami memilih mic drum merk YOGA karena dari segi harga relatif murah dibandingkan yang lainnya, dengan kualitas tidak kalah dengan merk lainnya. Kalo mo pengiritan lagi pake condensor mic dan dapat dibeli di toko-toko electronic terdekat, tapi untuk kualitasnya kurang baik dan dapat di perbaiki nantinya di software digital multi track atau di software soundforge.

Tape
Berfungsi sebagai monitor sound engineer dan guide player. Kami menggunakan tape HIFI SONY type FH-515R. Memang menurut teori recording harus menggunakan monitor flat yang harganya 1 pasang sampai 6 juta lebih, tapi lupakan dulu yang ini karena pembahasan disini dibatasi yang sederhana nan murah,…..hehehehe.

Kabel dan jack
Pemilihan kabel usahakan yang baik, karena kualitas rekaman sangat ditentukan disini. Anda dapat membeli kabel atau jack di toko-toko musik atau electronik di kota Anda.

Headphone
Digunakan untuk player di studio khususnya yang sedang rekaman atau buat sound engineernya.
Lain-lain
Apa lagi ya,…..kayaknya cukup ini dulu. Nanti kalo ada info lagi kami masukan disini.
Kalo semua yang diatas nggak bisa di penuhi ya mendingan rekaman aja di studio paris 51 tinggal ambil paket yang mana, hehehehehe maaf bercanda biar nggak stress.

Setting Mixer dan alat rekaman
Untuk mempermudah pembahasan, kami mencoba untuk menuangkan dalam bentuk diagram gambar dengan peralatan yang telah kami sampaikan sebelumnya.

Keuntungan system ini adalah dapat menghemat waktu rekaman, karena dapat langsung 2 player melakukan ” teak” bersamaan dan nantinya setiap player akan masuk di track software yang kita pake sendiri-sendiri. Kok bisa ???. Coba mungkin perlu saya uraikan satu persatu untuk mempermudah pemahamann skema di atas.

Alat Musik

Mic drums (A) kita masukkan di channel 1 s/d 7 di mixer Behringer UB1832FX-PRO dan kita aktifkan tombol main di setiap channel drums dan untuk pengontrol volume kita gunakan main mix (K).

Untuk player gitar pada channel 8 atau 9 kita aktifkan tombol sub dan untuk pengontrol volume kita gunakan volume sub (J).

Mixer bagian Atas
Kita menggunakan metronome dari softaware digital multi track dan dimasukkan ke dalam input tape (F).

Sedangkan Headphone (G) digunakan untuk player yang berapa di studio yang sedang melakukan “teak”. Selain suara drums dan gitar player juga dapat mendengarkan suara metronome.

Yang paling penting adalah pada tombol “Tape to Main” harus dalam posisi off, karena apabila posisi on suara metronome akan masuk ke jalur main output dan akibatnya metronome akan terekam bersamaan dengan drum.

Mixer bagian depan
Main output (C) dimasukkan di soundcard 2 (I) untuk track drum.
Sub outout (D) dimasukkan di soundcard 1 (H) untuk track gitar.

Control room output (E) dimasukkan di tape (misalnya di CD-in)dan berfungsi sebagai monitor sound engineer dan gitar player. Suara metronome juga dapat kita dengarkan disini.

Line out soundcard 1 (H) juga dimasukan di tape (misalnya : dimasukkan di phono-in)yang berfungsi nantinya untuk playback hasil rekaman yang telah selesai di rekam.

Setting di Software

Setting di software hanya merubah input track masing masing alat tersebut. Misalnya track 1 digunakan drums berarti input record soundcard 1 (misal : SIS 7018)

Sedangkan track gitar pada track 2 di software tersebut setting input record di rubah posisi soundcard 2 (misal : Creative 128)

Jangan lupa sebelum teak berlangsung tombol record kedua track tersebut harus aktif, dan set kecepatan metronome sesuai karakter lagu yang akan di rekam.

COMMENTS :

Don't Spam Here

0 komentar to “Tip’s & Trik Membuat Studio Rekaman”

Poskan Komentar

 

Copyright © 2009 Fresh Themes Gallery | NdyTeeN. All Rights Reserved. Powered by Blogger and Distributed by Blogtemplate4u .